AreaHOT18+ – Serunya Ospek Mahasiswa Centil

AreaHOT18+ – Serunya Ospek Mahasiswa Centil

 

 

AreaHOT18+ – Serunya Ospek Mahasiswa CentilAgen Poker ; Sebentar lagi Akan memasuki tahap penerimaan mahasiswa dan mahasiswi baru di tahun ajaran yang baru. Hal ini mengingatkanku pada kejadian yang terjadi sekitar 5 tahun yang lalu, Saat aku mengospek mahasiswi baru di Salah satu Universitas di kota Medan.

Saat itu aku diberikan kepercayaan untuk menjadi panitia Ospek sehingga aku, Akupun tidak mencoba untuk memberikan contoh sebagai kakak kelas yang baik. Namun yang terjadi justru sesuatu yang tidak aku duga – duga sebelumnya. Saat itu aku bertemu dengan Seorang mahasiswi yang bernama Devi. Devi merupakan sosok yang manis dan terlihat cukup manja, sehingga teman – teman memintaku untuk mengawasi dan memberikan ospek kepadanya.

Akupun akhirnya menerima tugas tersebut dan mulai memberikan ujian – ujian kepada Devi dan beberapa mahasiswi serta mahasiswa lainnya. Ujian yang aku berikan sebenarnya tidak tergolong terlalu berat, Namun entah karena Devi yang terlalu manja atau aku yang terlalu keras sehingga Devi mengeluh saat aku memberikan Ujian. Walaupun merasa keberatan Devi tidak menunjukkan Sikapnya dengan memberontak ataupun Menangis. Devi justru cenderung centil dan mencoba menggodaku agar aku meringankan ujian yang aku berikan kepadanya.

Saat itu aku meminta semua Peserta OSPEK untuk mencari Kertas yang telah aku sembunyikan disekitaran Kampus dengan hukuman jongkok sambil berkeliling kampus bagi yang tidak mampu menemukan 5 warna kertas yang telah aku sembunyikan disetiap sudut kampus. Setelah aku memberikan isyarat untuk memulai Devi dan peserta lainnya langsung bergerak cepat berkeliling kampus yang sangat luas untuk mencari kertas – kertas yang telah aku sembunyikan tersebut. Namun berselang 10 menit kemudian aku melakukan pemantauan dan melihat Devi justru duduk disebuah ruangan dengan wajah yang terlihat sedih. Merasa Khawatir akupun langsung menghampirinya dan bertanya kepada Devi.
“Apa yang terjadi Devi, Kenapa kamu Duduk disini ?” tanyaku
“tidak apa – apa kak .” Jawab Devi dengan Wajah sedih
“Truz kenapa kamu disini? apa Sudah siap Tugas yang saya berikan !!! ” Tanyaku dengan nada yang sedikit keras
“Belum Kak..” Jawab Devi dengan Mata yang mulai Berkaca

Saat itu akupun Kaget melihat Devi justru menangis, Aku yang tak kuat melihat Perempuan menangis mencoba kembali berbicara dengan devi agar tahu kondisinya saat itu.
“kamu Sakit ? ” Tanyaku dengan nada yang agak Halus kali ini
“Tidak kak, aku hanya bingung harus mencari kemana kak..” Jawab Devi masih dengan Nada sedih
“Usaha Donk, cari Disetiap Sudut Kampus pasti dapat.” Jawabku dengan nada yang kembali mengeras
Kemudian Devi langsung berlari sambil menahan air matanya. Aku yang merasa bingungpun mengikutinya perlahan dari belakang, tidak lama aku melihat Devi Justru masuk ke Ruang Rapat yang biasa digunakan Oleh para Dosen untuk rapat.

Aku pun memutuskan untuk masuk kedalam ruangan Tersebut dan kembali Memanggilnya.
“Devi kamu kenapa masih duduk disini.” Tanyaku
Devipun kemudian menghampiriku dan kemudian Memelukku sambil menangis.
“Devi gak sanggup nyarinya kak” jawab Devi sambil memelukku erat hingga kedua Buah Dadanya menempel di Badanku.
“orang kamu gak nyari gimana mau ketemu”Jawabku sambil mencoba menenangkannya dengan belaian dikepalanya.
Tindakanku ini ternyata justru membuat Devi Menunjukkan Kecentilannya, saat itu juga Devi pelukan Devi Semakin Keras dan kemudian mencubitku sambil menangis kecil sambil berkata.
“Tempat ini luas kak, Devi harus cari dimana..” Jawab Devi sambil menatap mataku
Akupun merasa gugup dan terdiam karena saat itu wajah kami posisinya sangat dekat hingga kami bisa saling merasakan nafas kami satu sama lain.

Melihatku terdiam, Devi akhirnya mulai nakal dan menyenderkan wajahnya ke Dadaku sambil meletakkan 1 tangannya kebagian pahaku. AKupun terdiam hingga akhirnya Devi Mulai nakal dan menyenggol Penisku dengan Pelan.
“Maaf kak gak sengaja” ungkap Devi sambil mengigit bibirnya seolah ingin menggodaku
Kini akupun terpancing dengan permainan Devi yang membuat Penisku kini mulai mengeras karena sentuhan Devi dipaha dan senggolannya pada penisku. Seperti kerasukan Iblis akupun mulai kehilangan Kontrol atas diriku. Aku pun mendekati Devi dan berbisik halus kepada Devi sambil sedikit menempelkan bibirku di daun telingannya.
“Gpp Kok Devi, Kamu Mau sentuh lagi juga tidak apa” Jawabku sambil mengelus Punggung devi dengan pelan. Agen Poker.

Sepertinya Devi Terangsang bulu Kuduknya berdiri seketika saat itu. Tanpa ragu akupun mulai menurunkan tanganku kebokongnya Devi yang sangat montok. Ku elus dengan perlahan dari bokong hingga pahanya, Ternyata Devi membalas gerakanku dengan menggenggam Penisku sambil mengigit bibirnya.Aku Kini Semakin tergoda dan aku langsung mencium bibirnya Devi yang terus digigitinya dari tadi. Kejulurkan lidahku sesekali kedalam mulutnya untuk menyentuh lidah Devi.

Ternyata Devi semakin terangsang dan semakin Buas, Devi langsung memasukkan tangannya kedalam celanku dan mengigit kecil bibirku. Tangan ingin melewatkan kesempatan emas ini, Aku pun langsung mengangkat Rok Devi dan memasukkan tanganku kedalam CD Devi dari belakang menuju Lobang Istimewanya Devi. Ternyata bibir Vagina Devi sudah mulai sedikit berlendir, akupun langsung mengelus elus bibir Vaginanya sambil mencoba memasukkan jariku kedalam Lubang istimewanya yang ternyata masih cukup sempit.
“Akh.. jangan dulu kak … ” Desah Devi
“Tenang sayang…”tanpa sadar aku memanggil devi dengan sebutan sayang

Kemudian aku langsung memasukkan Tanganku yang satu lagi kedalam Bra yang dikenakan Devi untuk menyentuh Puting Devi yang masih sangat kecil. Sambil kujilati bibirnya, aku memainkan jariku di bibir Vagina dan puting Payudaranya. Tak lama kemudian Devi kembali mendesah.
“akh… Enak beib…” Desah Devi
Akupun langsung membuka kemeja putih yang dikenakan Oleh Devi dan langsung ku emut Putingnya Devi yang sudah mulai mengeras sambil kujilati hingga Devi kini mulai menutup matanya sambil menjambak rambutku.

Kemudian kusandarkan Devi dimeja yang biasa digunakan oleh para Dosen Untuk melakukan Rapat. perlahan kuturunkan Rok dan CD yang dikenakan Devi hingga Devi tidak mengenakan pakaian sama sekali. Puas Memainkan Puting Devi yang masih sangat Segar tersebut, aku mulai memainkan Lidahku perlahan hingga menuju Bibir Vagina Devi. Kujilati Pentil diujung Vaginanya sambil memeras payudaranya yang kini sudah mengeras tersebut. Devipun menekan kepalaku semakin kuat seolah dirinya sangat menikmati jilatanku pada Pentil Vaginanya.

 

AreaHOT18+ – Serunya Ospek Mahasiswa Centil

 

Akupun langsung memasukkan Jariku kedalam Vaginanya yang kini sudah Basah
“akh… Enak Beib..” Desah Devi
“mau yang lebih enak sayang ? ” Tanyaku kepada Devi
“Iya Beib… Aku mau Punya kamu Beib” Jawab Devi sambil menggenggam Penisku yang sudah berdiri Tegak.
Akupun langsung Membuka celanaku dan kugosok – gosok di bibir Vagina Devi yang sudah Basah.
“emmm… Masukkin beib… Devi Udah ga tahan…” Jawab Devi dengan Wajahnya yang kemerahan
Kusodokkan Penisku Kedalam Lubang Istimewanya yang masih cukup sempit tersebut.
“ouhhhh… enak beib…” Desah Devi
“Iya Sayang…”sambil kuemuti puting Devi

Kini kunaikkan kedua kaki Devi ke atas pundakku sambil ku goyang perlahan pinggangku hingga Penisku tertanam habis didalam Lubang istimewanya Devi. Perlahan kunaikkan tempo Goyanganku hingga Devi semakin kehilangan kendali dan menggenggam Meja dengan Kuat sambil terus mendesah.
“ouhh.. Enak Beib.. lebih cepat lagi beib…”Desah Devi terus menerus.
Mendengar Desahan Devi yang semakin kencang akupun semakin terangsang dan semakin kucepatkan sodokkan penisku hingga tak ku sadari Devi sudah mencapai puncak kemudian menyorongku agak ke belakang.
“Devi gak Kuat lagi kak, Kakak kuat banget…” jawab Devi sambil tersenyum nakal

Karena belum mencapai Puncak akupun merayu Devi agar mau membantu ku untuk mencapai puncak
“Tolong kamu kocokin punyaku saja kalu begitu ya Sayang.” rayuku dengan lembut
“Iya kak..”Jawab Devi sambil menggenggam Penisku
Tak kusangka ternyata Devi kemudian langsung mengambil posisi untuk jongkok didepanku dan tanpa rasa malu Penisku langsung dimasukan Kedalam mulutnya. Dijilatinya ujung penisku hingga kebagian telurku yang membuatku sangat menikmati Emutan Devi. Sekitar 3 Menit Devi menjilati dan menyedot penisku, badanku akhirnya mengejang dan kutembakkan Spermaku dalam mulut Devi. Aku semakin Tertarik dengan Devi yang ternyata langsung menelan Spermaku tanpa ragu.

Setelah itu kamipun bersandar dikursi. Sambil kupangku Devi, kamipun beristirahat sejenak hingga Kondisi tubuh kami kembali Normal. Setelah berisitrahat beberapa menit kamipun langsung berpakaian dan aku berikan sisa kertas yang aku simpan ditasku saat itu. kemudian kamipun meninggalkan Ruang rapat Dosen secara bergiliran agar tidak ada orang yang curiga dengan kami. Sejak saat itu, aku dan Devi pun semakin Dekat karena Devi yang centil sangatlah manja kepadaku. kamipun akhirnya semakin sering mengulang kejadian tersebut usai Ospek tersebut. Bahkan tidak jarang Aku dan Devi melakukannya di Kelas saat Kondisi Kampus sudah mulai Sepi. Kejadian inipun terus berulang hingga aku menyelesaikan Kuliahku di Universitas tersebut. Walaupun Aku sudah tamat, Devi tetap Mencariku layaknya seorang istri yang ingin mendapatkan kepuasan dari Suaminya. Hingga kini Aku pun masih sering Menikmati Lubang devi walaupun, Kini aku dan Devi telah memiliki pasangan masing – masing.

AreaHOT18+ – Serunya Ospek Mahasiswa Centil

Posted By :

AreaHOT18+

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *